Tampilkan postingan dengan label biography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biography. Tampilkan semua postingan

Cara Saya berbagi tentang : Profil Clara Priscilla Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Profil Clara Priscilla kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Profil Clara Priscilla menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Profil Clara Priscilla dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Profil Clara Priscilla pada blog ini
Clara Priscilla

PENYANYI asal Indonesia Clara Priscilla atau Cilla akan dikontrak oleh label internasional, Universal America-Interscope and Attack Media Group. Kabar gembira itu datang dari Marks S Berry, produser eksekutif dari Universal yang datang ke Jakarta, Kamis (9/12).

Mark mengungkapkan, bahwa dia merasa bahwa Cilla yang baru berusia 15 tahun mempunyai bakat untuk bisa bersaing dengan penyanyi lain di Amerika. "Saya sendiri mengetahui Cilla setelah melihat berita-berita yang ada di internet dan youtube. Saya lihat dia punya kemampuan, sehingga saya langsung cari kontak orangtuanya, setelah beberapa lama akhirnya ketemu," ungkap Mark.

Cilla sendiri memang pernah merilis single lagu 'My Indonesia'. "Setelah rilis single itu, banyak media yang menulis dan kami pasang klipnya di youtube. Dan, kami tidak menyangka ada perusahaan rekaman di Amerika yang tertarik," ujarnya.

Kebetulan, Cilla sendiri memang memunyai kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik. Sehingga ketika disodori lagu oleh Mark, Cilla langsung menyanggupinya. Universal sendiri sering memberikanb lagu untuk penyanyi dunia seperti Lady Gaga, Shakira, dan banyak lainnya.

Pihak Universal sendiri telah merencanakan akan merilis album internasional penyanyi kelahiran Surabaya 30 September 1995 pada Februari 2011. "Saya akan tinggal di Amerika selama 1 tahun sesuai dengan kontrak," ujar Cilla.

Dalam album internasional tersebut, Cilla akan membawakan enam lagu ciptaan Vibes Brother yang saat ini tengah terlibat kerjasama untuk penciptaan lagu Shakira.

Sayang lagu 'My Indonesia' yang membawa Cilla go international tidak dimuat dalam album ini. "Pihak Universal menganggap lagu itu sudah dirilis di Indonesia, jadi tidak dirilis di sana lagi," kata Cilla yang sudah mendapatkan ucapan selamat dari penyanyi Anggun yang sudah duluan menapaki jalur musik internasional.

from :forumkami.com
Cara Saya berbagi tentang Profil Clara Priscilla kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Profil Clara Priscilla menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Profil Clara Priscilla dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : 5 Tokoh otodidak Sejati yang Sukses di Dunia Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang 5 Tokoh otodidak Sejati yang Sukses di Dunia kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel 5 Tokoh otodidak Sejati yang Sukses di Dunia menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan 5 Tokoh otodidak Sejati yang Sukses di Dunia dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca 5 Tokoh otodidak Sejati yang Sukses di Dunia pada blog ini
5 Tokoh Autodidak Sejati yang Sukses Mengubah Nasib Menjadi Orang Besar. Apakah gagal melanjutkan sekolah menjauhkan kita dari sukses? Tokoh-tokoh berikut ini membuktikan bahwa belajar tak selalu harus di sekolah. Bahkan ketika sekolahnya gagal diselesaikan, mereka bisa belajar sendiri dari kehidupan yang dihadapinya dan meraih sukses luar biasa. Berikut ini mereka yang sukses luar biasa mengubah nasib dengan belajar secara autodidak alias gak makan bangku sekolahan.

1. Agatha Christie (1890 – 1976) Belajarnya Cuma di Rumah
Agatha Christie adalah penulis asal Inggris yang dikenal sebagai Master of The Mystery Novel atau Queen of Crime. Novel bergenre misterinya begitu terkenal ke seluruh dunia. Ia menulis 80-an novel. Sebanyak 30-an novelnya sudah diadaptasi ke dalam film.

Di manakah ia belajar hingga menjadi penulis yang begitu produktif? Ternyata Agatha hanya belajar di rumah. Sebenarnya di keluarganya, ia punya dua kakak yang kebetulan mendapat kesempatan sekolah formal. Sedangkan untuk Agatha, ibunya memilih untuk mengajari sendiri di rumah. Saat usia putrinya menginjak 8 tahun, sang ibu baru mendatangkan tutor ke rumah.
Ketika Perang Dunia I bergolak, Agatha bekerja menjadi perawat. Saat itu usianya baru belasan.

Kemudian ia bekerja di apotek rumah sakit yang banyak mengilhami cerita soal racun dalam novel-novelnya di kemudian hari. Novel pertamanya lahir setelah kakaknya, Madge, memberinya tantangan, apakah ia bisa menulis novel. Tantangan itu ia jawab dengan novel pertamanya berjudul “The Mysterious Affair at Styles” (Misteri di Styles). Dari sanalah ia meniti karier sebagai novelis.

2. Frederick Douglass (1818 – 1895): Budak yang Belajar Autodidak
Frederick adalah seorang budak asal Amerika Serikat, yang dilarang sekolah. Meski begitu ia pantang menyerah untuk belajar. Ia mulai dengan belajar membaca dari seorang aktivis gerakan pembebasan perbudakan. Ia belajar dari apa pun yang bisa ia baca.

Untuk memperkaya ilmunya, Frederick selalu mencari kesempatan untuk berbicara dengan orang-orang yang pengetahuannya lebih tinggi darinya. Terbukti belajarnya efektif, karena setelah bebas sebagai budak ia menjadi penulis hebat, orator ulung, dan pemimpin gerakan pembebasan perbudakan

3. Lawrence Ellison (66 tahun): Membangun Oracle karena Terinspirasi sebuah Paper
Lawrence (Larry) Ellison adalah pendiri Oracle, perusahaan pembuat software terbesar kedua dunia saat ini. Seperti pengusaha di bidang teknologi informasi lainnya yang kebanyakan drop-out perguruan tinggi, Larry pun demikian. Ia keluar dari University of Illinois pada tahun keduanya kuliah. Setelah itu ia membangun kariernya sebagai ahli data system. Ia tertarik mendirikan Oracle pada tahun 1977 setelah terinspirasi dari paper karya Edgar F. Codd mengenai database system berjudul “Relational Model of Data for Large Shared Data Banks.”

4. Peter Jennings (1938 – 2005): Presenter Terkenal yang Tak Lulus SMA
Presenter terkenal ABC News ini sebenarnya tak lulus SMA. Jennings memulai kariernya sejak usia 9 tahun. Saat itu ia menjadi penyiar radio anak-anak di Kanada. Ayahnya yang juga penyiar radio CBC dan sedang bertugas di luar negeri berang ketika tahu anaknya jadi penyiar radio di tempatnya bekerja. Ayahnya memang tak menyukai nepotisme. Kegiatan jadi penyiaran ciliknya tak lama. Peter lebih konsentrasi sekolah. Namun sekolahnya tak mulus. Malah ia sempat tak naik ke kelas 10. Menurut pengakuannya ia bosan belajar saat itu. SMA-nya pun tak tamat.

Ia sebenarnya ingin sekali menjadi penyiar seperti ayahnya. Namun kesempatan itu tak mudah ia dapat. Ia lebih dulu bekerja di bank dan sempat aktif di teater setempat. Baru pada usia 21 tahun ia bisa meraih impiannya menjadi penyiar radio. Setelah itu kariernya terus menanjak dengan semangat autodidaknya yang tinggi hingga kemudian menjadi wartawan dan penyiar televisi kenamaan AS.

5. Anthony Robbins (50 tahun): Bekerja Sambil Belajar dari Pembicara Ternama
Ia hanya tamat SMA dan memulai kariernya dengan cara mempromosikan seminar yang diadakan Jim Rohn. Saat itu usianya baru 18 tahun. Ia memanfaatkan kedekatan dengan Jim Rohn untuk belajar “happiness and success life“. Tak heran jika ia tak segan menyebut Jim Rohn sebagai mentor pertamanya. Pada usia 22 tahun, Anthony Robbins mulai belajar Neuro-Linguistic Programming (NLP) secara informal dari penciptanya, John Grinder. Setelah belajar dari tokoh lain yang juga secara informal, Robbins akhirnya bisa mengembangkan ilmu NLP menjadi ilmu baru yang disebutnya Neuro-Associative Conditioning (NAC).

Dengan belajar yang bisa disebut autodidak (bukan di bangku sekolah atau perguruan tinggi), Robbins akhirnya menjadi penulis buku laris dan motivator terkenal di dunia. Ia sudah berbicara di hadapan lebih dari 50 juta orang di lebih dari 50 negara. Jangan heran, dari sisi finansial, dari semula pemuda miskin, Robbins menjadi pembicara dengan tarif tinggi. Dalam kariernya ia pernah menjadi salah satu penasihat (mantan) Presiden AS Bill Clinton

sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/10/5-tokoh-autodidak-sejati-yang-sukses-di.html
Cara Saya berbagi tentang 5 Tokoh otodidak Sejati yang Sukses di Dunia kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel 5 Tokoh otodidak Sejati yang Sukses di Dunia menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan 5 Tokoh otodidak Sejati yang Sukses di Dunia dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Teguh Sukaryo, 15 Besar Pianist Dunia Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Teguh Sukaryo, 15 Besar Pianist Dunia kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Teguh Sukaryo, 15 Besar Pianist Dunia menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Teguh Sukaryo, 15 Besar Pianist Dunia dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Teguh Sukaryo, 15 Besar Pianist Dunia pada blog ini
Teguh Sukaryo, Seorang Pianist Tanah Air yang telah menciptakan berbagai Harmony -harmony indah dan telah di akui oleh Dunia lewat karya -karya instrument nya, dirinya telah menjadi pianis terbaik yang mengalahkan para pianis dari 26 negara a.l. Jerman, AS, Italia, Prancis, China, dan Jepang.Namun Sayang, sosok Teguh belum begitu akrab terdengar bagi kaum kaum awam di Indonesia,
Sukaryo mendapat pujian dari banyak negara karena menampilkan harmoni, emosi dan teknis sempurna. Sentuhan jarinya pernah membius pendengar di Belanda ketika dipancarluaskan lewat radio dan televisi.
Teguh Sukaryo belajar piano pada sejumlah suhu a.l. Jon Kimura Parker, Peter Takacs, Michael Gurt, dan Carmel Lutton. Dia juga sempat ditangani Byron Janis dan Einar-Steen Nokleberg.
Kemampuan peraih beasiswa Joseph and Ida Kirkland Mullen itu kini ditularkan pada beberapa pianis a.l. Paul Polivnick, Anton Krager, dan Frank Wickes. Selain itu dia aktif mengajar di Rice University Preparatory Program.
Sukaryo lulus dengan predikat BMus untuk Penampilan Piano dari Sekolah Musik Newcastle (NSW) Australia pada 1998. Dari tempat itu dia meraih penghargaan tertinggi untuk penampilannya.
Empat tahun lalu Sukaryo meraih gelar Beethoven Prize di ajang Grieg International Competition for Pianists di Oslo, Norwegia dan berhak atas beasiswa penuh ke sekolah musik top di AS, Oberlin Conservatory.
source : dari berbagai sumber

Berikut ulasan sekilas tentang sosok Teguh Sukaryo.
BIOGRAPHY OF TEGUH SUKARYO, Concert Pianist
(Versi Bahasa Indonesia)

Adalah kecintaan yang sejati terhadap musik, yang dipadukan dengan talenta, hasrat artistic, cita rasa, kejujuran dan kerendahan hati, yang telah membawa Teguh Sukaryo untuk tampil di berbagai negara, termasuk USA, Eropa dan Australia. Misinya adalah untuk menyentuh setiap hati dengan lembut dan rasa kepedulian, seperti yang diimpikannya: “Dunia yang harmonis, berlimpah kedamaian, cinta dan suka cita”. Sembari mengejar misi ini, berbagai media dan kritik turut memberi kesaksian perihal karya Teguh:

“Master pianist. Teguh Sukaryo gave phenomenal recital. He showed fabulous technique and sensibility. Great imagination..with temperament and visible passion.” Airplay Radio en IJssellandTV, Netherlands

“Tremendous personality. Wonderful imagination.” Byron Janis, legendary pianist

"Marvelous,...a gem,..an example of grand. Teguh has the fantasia and technique to reach to the Absolute Top" NoordHollands Dagblad

“Now captivating..now hypnotizing” Kompas, Indonesia

"Climactic craze. Electrifying and full of spirit" Koran Tempo

“An enchanting piano playing which travels through time and space…striking and very memorable” Arts Indonesia

“A Star. World class pianist.” Suara Merdeka

“World top 15” Bali Post

"World Master Pianist, Perfect Presentation of Combined Harmony and Emotion. Anesthetized music lovers. The sound he produced was a reminiscence of beautiful symphony" Kaltim Post


Teguh Sukaryo lulus S1 pada bidang Piano Performance dari Newcastle Conservatorium of Music, Australia. Disana dia mengambil Double Performance Strand dan selalu mendapat nilai tertinggi, yaitu High Distinction. Dikenal memiliki kemampuan artistry tinggi dan teknik yang handal, Teguh menperoleh beasiswa penuh dan berbagai penghargaan untuk melanjutkan seluruh studinya di USA, seperti di sekolah-sekolah terkemuka: Oberlin Conservatory, yang mana dia mendapat gelar Artist Diploma; Rice University/Shepherd School of Music, Master of Music; and Louisiana State University, tempat Teguh sedang menyelesaikan gelar Doktoralnya (DMA, Doctorate of Musical Arts). Tahun 1997, Teguh memperoleh Top Prize di Armidale Open Piano Competition, NSW, Australia; Tahun 2000, Chamber Music Scholarship and award di Sewanee Summer Music Festival, USA; Tahun 2005, “Beethoven Prize” di Grieg International Competition for Pianists, di Oslo.

Teguh Sukaryo belajar dengan pianist kenamaan dan guru besar di Amerika, Eropa dan Australia, antara lain Jon Kimura Parker, Peter Takacs, Michael Gurt, and Carmel Lutton. Teguh juga dilatih oleh pianist legendaris Byron Janis dan Einar Steen-Nokleberg. Selain dibidang piano, Teguh juga menekuni dunia conducting. Guru-gurunya antara lain Prof. Paul Polivnick, Prof. Anton Krager, dan Prof. Frank Wickes.

Bakat dan dedikasi Teguh dalam dunia pendidikan musik juga sangat kuat. Teguh sering memberi workshop dan masterclass di berbagai tempat, baik di dalam maupun luar negeri. Seorang Joseph and Ida Kirkland Mullen Fellow, Teguh telah mengajar di department Prepatory Program di Rice University, Houston, USA. Banyak murid-murid yang terinspirasi dan mendapat nilai tertinggi pada ujian akhir tahun mereka. Diantaranya berhasil lolos audisi masuk di konservatori-konservatori bergengsi di Amerika Serikat.

CD perdana Teguh yang berjudul “Teguh Sukaryo plays Mompou, Brahms, & Mussorgsky” tersedia di took-toko CD, dan mendapat sambutan hangat dari para pencinta music klasik di tanah air. Menyusul segera tahun ini 3 (tiga) CD baru Teguh yang berjudul “Scenes of Childhood”, “Burgmuller Op. 100” dan “Burgmuller op. 109” lengkap dengan partiturnya.

Teguh lahir dan besar di Purwokerto, Jawa Tengah. Dia mencintai Indonesia, baik budaya dan manusianya. Teguh juga sangat mencintai alam, seni, dan kemanusiaan. Dia suka bergaul dengan siapa saja dan dengan semua kalangan. Tahun 2010 Teguh mengadakan Nusantara Tour 2010 diberbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Purwokerto, Kupang, dll dalam rangka penyebaran musik klasik di tanah air tercinta Indonesia. Teguh Sukaryo adalah pencipta dan Artistic Director group Musik Klasik Indonesia di facebook. Group dengan lima ribu anggota yang merupakan group musik klasik yang paling aktif, edukatif dan informatif.



http://www.facebook.com/teguh.sukaryo
www.thejo.blogspot.com
Cara Saya berbagi tentang Teguh Sukaryo, 15 Besar Pianist Dunia kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Teguh Sukaryo, 15 Besar Pianist Dunia menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Teguh Sukaryo, 15 Besar Pianist Dunia dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Profil Franky Sahilatua Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Profil Franky Sahilatua kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Profil Franky Sahilatua menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Profil Franky Sahilatua dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Profil Franky Sahilatua pada blog ini
Franky Hubert Sahilatua (lahir Surabaya, 16 Agustus 1953) adalah penyanyi balada asal Surabaya, Indonesia. Namanya dikenal publik sejak paruh kedua dekade 1970-an, ketika ia berduet bersama adiknya, Jane Sahilatua, dengan nama Franky & Jane. Duet ini sempat menghasilkan lima belas album, semuanya di bawah Jackson Record.

Setelah duet ini mengakhiri kerja samanya, karena Jane kemudian menikah dan hendak memusatkan diri pada keluarga, Franky lebih banyak bersolo karier.

Karakter karya

Lirik lagu karya Franky pada masa Franky & Jane cenderung pada pemujaan alam pada awalnya, misalnya pada lagu Musim Bunga dan Kepada Angin dan Burung. Namun demikian, seperti kebanyakan penulis lagu balada lain, Franky gemar pula "bercerita" mengenai kehidupan orang sehari-hari, seperti Perjalanan atau Bis Kota. Franky pernah menulis dan menyanyikan lagu-lagu soundtrack untuk film Ali Topan.

Sejak tahun 1990-an hingga sekarang, Franky banyak terlibat dalam aksi-aksi panggung bertema sosial dan nasionalisme. Ia aktif terlibat dalam masa peralihan politik dari Orde Baru menuju Reformasi, penentangan RUU APP, serta gerakan anti globalisasi.

Diskografi
Solo Album
    * Balada Wagiman Tua (1982)
    * Gadis Kebaya (1984)
    * Anak Emas
    * Lelaki dan Telaga
    * Kemarin
    * Terminal (1993) bersama Iwan Fals
    * Orang Pinggiran (1997) bersama Iwan Fals
    * Menangis (1999) bersama Iwan Fals
    * Perahu Retak (1995) bersama Emha Ainun Najib

Franky & Jane

    * Senja Indah di Pantai (1975)
    * Kembalilah (1975)
    * Balada Ali Topan (1976)
    * Musim Bunga (1978)
    * Kepada Angin dan Burung-burung (1978)
    * Dan Ketuk Semua Pintu (1979)
    * Panen Telah Datang (1980)
    * Siti Julaika (1982)
    * Di Ladang Bunga (1983)
    * Rumah Kecil, Pinggir Sungai (1984)
    * Biarkan Hujan (1985)
    * Langit Hitam (1990)
    * Potret (1991)
    * Lelaki dan Rembulan (1992).

Franky & Johnny
Franky, Jane, & Johnny

    * Menyambut Musim Petik (1986)

Album Lain

    * Kita Semua Sama (1989) - bersama Jane Sahilatua, Nur Afni Octavia, Vonny Sumlang, Utha Likumahuwa, Gito Rollies, Farid Harja, La Storia
    * 1989 - Album Rumpies berjudul "Nurlela", lagu "Malu" karya Denda Sukma.

Karya Populer

    * Lagu "Di Bawah Tiang Bendera" diciptakan Franky dan Iwan Fals pada tahun 1996, dengan latar belakang peristiwa 27 Juli.
    * Lagu "Kemesraan" yang dipopulerkan oleh Iwan Fals merupakan karangan Franky bersama adiknya, Johnny.
  source : wikipedia

www.thejeo.blogspot.com

Cara Saya berbagi tentang Profil Franky Sahilatua kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Profil Franky Sahilatua menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Profil Franky Sahilatua dapat sharing dengan yang lainnya