Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Cara Saya berbagi tentang : Protecting NASA From Hackers Is Not Rocket Science, Say Analysts Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Protecting NASA From Hackers Is Not Rocket Science, Say Analysts kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Protecting NASA From Hackers Is Not Rocket Science, Say Analysts menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Protecting NASA From Hackers Is Not Rocket Science, Say Analysts dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Protecting NASA From Hackers Is Not Rocket Science, Say Analysts pada blog ini

Protecting NASA From Hackers Is Not Rocket Science, Say Analysts


Protecting NASA From Hackers Is Not Rocket Science, Say Analysts
Hackers have been having a field day with NASA systems, the space agency's inspector general has confessed. The problem may be due in part to underfunding, but 

Hackers have been having a field day with NASA systems, the space agency's inspector general has confessed. The problem may be due in part to underfunding, but security experts suggest some relatively simple and inexpensive measures could significantly improve the situation. "The major, major problem hurting NASA is they don't have a strong IT governance approach," said John Pescatore, security analyst with Gartner Research.

Why settle for just standard SSL when VeriSign® SSL offers more robust website security? Complete website security solutions from VeriSign SSL, now from Symantec. More features. More robust website security.
NASA has become a popular target of hackers. The space agency's computer network was breached 13 times in 2011 -- to the point where suspected Chinese hackers gained "full functional control" of computers used by NASA's Jet Propulsion Laboratory," a government inspector general told congressional investigators.
The agency spends just US$58 million of its $1.5 billion annual budget on computer security, NASA inspector general Paul Martin said recently.
That low priority extends to physical security. Codes controlling the International Space Station, along with data on the agency's Constellation and Orion programs, were exposed after personnel lost unencrypted notebook computers, Martin told the U.S. House Committee on Science, Space and Technology.

Hackers Gained 'Full Control' of NASA Computers

In November, NASA learned hackers had taken "full functional control" of computers based at the JPL, according to the inspector general. The attack -- routed through an IP address based in China -- permitted them to steal NASA credentials, cover their tracks, and upload software designed to exploit further security vulnerabilities.
"Our review disclosed that the intruders had compromised the accounts of the most privileged JPL users, giving the intruders access to most of JPL's networks" Martin testified.

UK-Based NASA Hacker

Gary McKinnon, a 45-year-old hacker based in the UK, is accused of breaking into NASA computers, among other U.S. government networks during 2001 and 2002. In February, a 20-year-old hacker that went by the handle "TinKode" was arrested by Romanian police, charged with infiltrating NASA computers.
Although the agency watchdog suggests the rather trivial amount of spending aimed at computer security is to blame for the repeated hacking, the problem may be more deeply rooted.

'The Real Issue Is NASA'

It's no surprise the space agency has become a playground for hackers, said John Pescatore, security analyst with Gartner (NYSE: IT) Research.
"The real issue is NASA," he told TechNewsWorld.
"The major, major problem hurting NASA is they don't have a strong IT governance approach," said Pescatore.
NASA is like a fiefdom of competing opinions, he said, over things like whether to base networks on Windows or Macs, or whether laptops should carry security software. While these issues have been long resolved in the corporate world, NASA is different.

More Like a College Campus

"There is no such thing as a secure system that is not well-managed," Pescatore said.
The Social Security Administration, he noted, has top-down security rules governing everything from the type of computer employees can use to the brand of security installed on every desktop and laptop holding Social Security Numbers.
By comparison, NASA is "more like a college campus," Pescatore observed.
Although NASA's distributed organization helped during the U.S. push to the moon, what was once an advantage has become a negative. With the agency's lack of a clear mission following the end of space shuttle flights, the focus has moved away from security, he said.

Top Priorities: Stronger Leadership

What does NASA need to do to improve security? If he were made security czar, Pescatore said, his first move would be give NASA's chief information officer more power to enforce rules regarding security.
As Martin's testimony before Congress showed, the agency's CIO "can't enforce anything" now, he noted.
Another goal should be to reduce the number of entrances into NASA computer networks now available to hackers, Pescatore continued.
As the U.S. Defense Department discovered when its networks came under cyberattack, the agency must reduce the number of "trusted Internet connections" and closely watch their activity, he said.

NASA Is 'Hacker Honey'

Improvoing NASA security measures should start with the realization that its networks are "hacker honey," said independent security analyst Randy Abrams.
Unlike other agencies that might have data of direct commercial appeal, NASA is more of aRubik's Cube for hackers, he said. Because the space agency's computers hold interesting information and hackers tend to be intelligent, it makes an "enticing target."
One of Abrams' favorite vacation activities is to see what information tourists unwittingly left behind when using a hotel's public computers.
Although brainy, NASA employees may not be trained to avoid simple security mistakes, he suggested, and it might be a good idea for NASA to "phish" its staff to uncover security weaknesses.
source
Cara Saya berbagi tentang Protecting NASA From Hackers Is Not Rocket Science, Say Analysts kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Protecting NASA From Hackers Is Not Rocket Science, Say Analysts menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Protecting NASA From Hackers Is Not Rocket Science, Say Analysts dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Satelit Rusia Jatuh Di Samudra Pasifik Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Satelit Rusia Jatuh Di Samudra Pasifik kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Satelit Rusia Jatuh Di Samudra Pasifik menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Satelit Rusia Jatuh Di Samudra Pasifik dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Satelit Rusia Jatuh Di Samudra Pasifik pada blog ini
Satelit Rusia Jatuh Di Samudra Pasifik - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akhirnya memastikan bahwa satelit Phobos-Grunt milik Rusia jatuh di Samudera Pasifik, Senin sekitar pukul 00:23 WIB. Satelit ini diluncurkan pada tanggal 9 November 2011 dengan misi mendarat di Planet Mars dan mengambil sejumlah sampel batuan untuk diteliti di Bumi, direncanakan sampai di Mars pada tahun 2014. Namun sayang, belum menjalankan misinya di Planet Mars, satelit ini malah terbakar dan jatuh pada hari Senin, 16 Januari 2011, sekitar pukul 00:23 WIB di Samudra Pasifik. Satelit ini berbobot lebih dari 13 Ton, dan merupakan pesawat paling besar yang pernah dibuat oleh Badan Luar Angkasa Rusia.



Video : VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang Satelit Rusia Jatuh Di Samudra Pasifik kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Satelit Rusia Jatuh Di Samudra Pasifik menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Satelit Rusia Jatuh Di Samudra Pasifik dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Ditemukan, Bintang Bersuhu Sedingin Bumi Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Ditemukan, Bintang Bersuhu Sedingin Bumi kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Ditemukan, Bintang Bersuhu Sedingin Bumi menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Ditemukan, Bintang Bersuhu Sedingin Bumi dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Ditemukan, Bintang Bersuhu Sedingin Bumi pada blog ini
VIVAnews - Ilmuwan telah menemukan sebuah bintang yang temperaturnya sama dengan temperatur permukaan bumi. Bintang tersebut mempunyai suhu seperti musim panas di Arizona atau Sevilla. Temperatur ini merupakan objek terdingin yang pernah difoto di luar tata surya.


Bintang ini disebut WD 0806-661 B dan hanya merupakan sebuah bintang kecil bukan sebuah planet. Berat massanya hanya enam sampai sembilan kali planet gas besar, Jupiter.

“Ini bintang yang sangat kecil dengan temperatur atmosfer sedingin bumi,” kata Kevin Luhman, penemu bintang yang juga professor astronomi dan astrofisik Penn State Associate, seperti dikutip dari Daily Mail, 24 Oktober 2011.

Untuk menemukan, para astronom menggunakan teleskop ruang angkasa Spitzer milik NASA. Teleskop ini memindai 600 bintang terdekat yang mengorbit di dekat Bumi. Teleskop infra merah kemudian digunakan karena objek dingin tersebut memancarkan sinyal redup.

Bintang kecil berwarna coklat ini berbentuk seperti bintang lain, berselimut awan, debu, dan gas. Tapi karena bintang ini gagal mengakumulasi massa yang cukup dari awan debu, reaksi thermonuklir bersinar normal dan bintang gagal menyala.

Dari sisi temperatur, permukaan bintang cokelat ini bervariasi antara 27 sampai 80 derajat celcius. Dengan temperatur tersebut, planet itu relatif dapat dihuni oleh manusia.

“Jarak bintang ini dari matahari mencapai 63 tahun cahaya, sangat dekat dengan sistem tata surya dibandingkan dengan kebanyakan bintang dalam galaksi di dekat kita,” kata Luhman.

Bintang kerdil ini, kata Luhman, mengorbit 2500 kali jarak antara Bumi dan Matahari. Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Astrophysical, Luhman dan rekan-rekannya mempresentasikan bintang ini sebagai kandidat brown dwarf terdingin yang pernah ditemukan. (sj)
Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/258366-ditemukan--bintang-bersuhu-sedingin-bumi
Cara Saya berbagi tentang Ditemukan, Bintang Bersuhu Sedingin Bumi kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Ditemukan, Bintang Bersuhu Sedingin Bumi menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Ditemukan, Bintang Bersuhu Sedingin Bumi dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Penghantar Listrik Berbahan Gelas Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Penghantar Listrik Berbahan Gelas kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Penghantar Listrik Berbahan Gelas menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Penghantar Listrik Berbahan Gelas dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Penghantar Listrik Berbahan Gelas pada blog ini
Penghantar Listrik Berbahan Gelas
Penghantar Listrik Berbahan Gelas
Di kalangan internasional, Dr. Evvy Kartini memiliki reputasi terhormat. Ia dikenal sebagai ilmuwan penemu penghantar listrik berbahan gelas dengan teknik hamburan netron yang berdaya hantar sepuluh ribu kali lipat dari bahan sebelumnya. Penemuannya itu membuka peluang produksi baterai mikro isi ulang. Material kaca yang lebih elastis, secara logika bisa dibentuk semungil dan setipis mungkin. Revolusi baterai pun di depan mata. Baterai tidak lagi identik berpenghantar elektrolit cair.
Sebelum menemukan bahan-bahan gelas berpenghantar listrik superionik, dibutuhkan percobaan mahal. Inilah yang sempat membuatnya hampir putus asa. Biaya dan fasilitas penelitian di Indonesia, termasuk Batan, tidak memungkinkannya. Beruntung, Evvy, penerima penghargaan Indonesia Toray Science Foundation/ITSF 2004 ini bukanlah tipe yang mudah putus asa. Dikirimkannya proposal itu ke lembaga penelitian di Kanada.
Ketertarikan sarjana Fisika lulusan ITB itu terhadap pengembangan material gelas berawal pada saat ia magang di Hahn Meitner Institute (HMI) di Berlin, Jerman, 1990. Ia dibimbing ahli hamburan netron Prof Dr Ferenc Mezei. Penghantar Listrik Berbahan Gelas
Karier penelitiannya dimulai saat menyelesaikan S2-nya di Universitas Teknik Berlin. Ia berhasil menemukan model baru difusi dalam material gelas. Penemuan itu dipresentasikan pada Konferensi Internasional Hamburan Netron (ICNS) Jepang. Maka namanya mulai tercatat dalam jurnal penelitian internasional bergengsi seperti Physica B (1994). Sejak itu, tawaran presentasi dan konferensi mengalir deras.
Tahun 1996, melalui kolaborasinya dengan profesor dari Universitas Mc Master, Kanada, Evvy kembali menemukan hal baru: adanya puncak Boson pada saat energi rendah. Temuan itu dipresentasikannya pada 600 peserta konferensi hamburan netron Eropa I/ECNS di Interlaken, Swiss. Namanya kembali tercatat dalam jurnal internasional, Canadian Journal of Physics (1995), Physical Review B (1995), dan Physica B (1997). Penghantar Listrik Berbahan Gelas
Ia pun mulai berkolaborasi dengan profesor dari Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia (ANSTO). Profesor itulah yang membuka jalan untuk berkolaborasi dengan banyak profesor lain di negara maju.
Penelitian tentang bahan-bahan superionik berbahan gelas ia mulai tahun 1996, sepulang dari Jerman. Ia sempat frustrasi karena terbatasnya fasilitas, tetapi tetap tekun menyiapkan eksperimen, seperti difraksi Sinar X dan pengukuran suhu serta konduktivitasnya, untuk dikirim ke Chalk River Laboratory, Kanada. Penghantar Listrik Berbahan Gelas
Tahun 1998 ia menerima penghargaan Riset Unggulan Terpadu (RUT) VI dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi atas penelitiannya berjudul “Sintesa dan Karakterisasi Bahan-bahan Gelas Superionik (AgI)x(AgPO3)1-x”. Tahun itu juga, ia menerima tawaran program postdoctoral di Kanada.
Sungguh kebetulan. Ia tidak perlu menyupervisi contoh yang akan dieksperimen di Kanada. Bersama Prof Dr MF Collins, ia mencoba memahami mekanisme konduksi dari bahan gelas bersifat superionik dan mengamati ketergantungan suhu bahan-bahan superionik.
Saat itu pula ia mulai berkolaborasi dengan para profesor peneliti netron dari Jepang dan Inggris, negara-negara terkemuka dalam penelitian netron. Kolaborasi menghasilkan fenomena dinamika ion dalam bahan-bahan gelas. Penemuan besar yang dicari para ilmuwan dari berbagai belahan dunia.
Dalam tempo dua tahun, 1998-2000, namanya tercatat di sepuluh jurnal bergengsi sebagai peneliti utama. Selain tercatat di jurnal Physica B, Evvy juga menulis buku Solid State Ionics (2001) bersama profesor dari Jepang. Penghantar Listrik Berbahan Gelas
Di tengah kepopulerannya di kalangan fisikawan negara maju, dan berbagai bujukan dengan segala fasilitas untuk berkiprah di luar negri, namun istri Dr Ir Pratondo Busono (Kepala Bidang Instrumentasi Kedokteran BPPT) mengatakan tetap ingin bertahan di Indonesia. Ia mengaku masih ingin bebas meneliti dan memberikan ilmunya untuk kemajuan negeri ini.
Sumber Penghantar Listrik Berbahan Gelas
Cara Saya berbagi tentang Penghantar Listrik Berbahan Gelas kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Penghantar Listrik Berbahan Gelas menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Penghantar Listrik Berbahan Gelas dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Pria Menganggur Berisiko Mati Lebih Cepat Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Pria Menganggur Berisiko Mati Lebih Cepat kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Pria Menganggur Berisiko Mati Lebih Cepat menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Pria Menganggur Berisiko Mati Lebih Cepat dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Pria Menganggur Berisiko Mati Lebih Cepat pada blog ini
Pengangguran memicu stress yang menjurus ke kondisi kesehatan yang memburuk dan naiknya tingkat kematian. (AP Photo)

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Eran Shor, profesor sosiologi dari McGill University, Montreal, Kanada, pengangguran menaikkan risiko kematian prematur hingga 63 persen. Kesimpulan ini diambil setelah melakukan survey terhadap 20 juta orang di 15 negara, umumnya negara-negara barat, selama 40 tahun terakhir.

Yang menarik, meski sistem kesehatan di sejumlah negara sudah lebih baik dan berkontribusi terhadap rendahnya tingkat kematian, korelasi antara pengangguran dan risiko tinggi kematian terjadi di seluruh negara yang disurvei. Riset ini sendiri bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan sebab akibat antara pengangguran dan risiko kematian.

“Sampai saat ini, salah satu pertanyaan besar adalah seputar kondisi kesehatan yang ada seperti diabetes, masalah jantung, atau perilaku buruk seperti mengonsumsi rokok, minuman keras, atau obat terlarang menjurus ke pengangguran dan risiko kematian yang lebih besar,” kata Shor, seperti dikutip dari MedIndia, 7 April 2011.

Yang menarik, kata Shor, dari penelitian diketahui bahwa kondisi kesehatan yang sudah ada (sebelum survei) tidak berpengaruh. Ini mengindikasikan bahwa hubungan pengangguran dan kematian menjadi hubungan sebab akibat.

“Kemungkinan, penganggur mengalami tingkat stress yang lebih tinggi dan mempengaruhi status sosioekonomi seseorang,” kata Shor. “Ini menjurus ke kondisi kesehatan yang memburuk dan tingkat kematian yang lebih tinggi,” ucapnya.

Dari penelitian juga diketahui bahwa pengaruh pengangguran terhadap tingkat risiko kematian dan tingkat kematian pada pria lebih tinggi dibanding wanita. Angkanya mencapai 78 persen pada pria dan hanya 37 persen pada wanita. Risiko kematian ini cukup tinggi khususnya bagi mereka yang berusia di bawah 50 tahun.
• VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang Pria Menganggur Berisiko Mati Lebih Cepat kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Pria Menganggur Berisiko Mati Lebih Cepat menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Pria Menganggur Berisiko Mati Lebih Cepat dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Malam Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Malam kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Malam menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Malam dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Malam pada blog ini
Ke depannya, pembangkit listrik tenaga surya bisa bekerja di malam hari (dailytech.com)

Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Malam
Sekelompok peneliti asal Amerika Serikat berhasil mengembangkan sel surya generasi baru. Dibanding sebelumnya, sel surya yang dikembangkan mampu membangkitkan energi meskipun di malam hari. Temuan ini menjanjikan hadirnya alternatif sumber energi terbarukan.

“Kuncinya adalah pada kemampuan untuk “memanen” radiasi inframerah dan juga cahaya yang terlihat,” kata Steven Novack, peneliti dari Idaho National Laboratory, US Department of Energy, seperti dikutip dari Upi, 22 Desember 2010.

Novack menyebutkan, hampir separuh dari energi yang tersedia di spektrum radiasi surya berada di jalur inframerah, dan inframerah dipancarkan kembali dalam bentuk panas oleh permukaan Bumi, setelah matahari tenggelam. “Artinya, sel surya itu juga bisa menangkap sejumlah energi sepanjang malam,” ucapnya.

Unit sistem yang menggunakan sel surya generasi baru ini, Novack memperkirakan, akan memiliki efisiensi secara keseluruhan mencapai 46 persen. Sebagai perbandingan, sel surya silikon yang paling efisien yang ada saat ini hanyalah mencapai efisiensi hingga 25 persen.

Selain itu, sel surya yang ada saat ini hanya bisa menghasilkan energi maksimum hanya jika pada kondisi tertentu. Sebagai contoh, jika Matahari sedang berada di posisi yang kurang pas, maka sinar matahari yang dipancarkan ke silikon sel surya itu malah dipantulkan, bukannya diserap untuk disimpan menjadi energi cadangan.

Novack mengklaim, sel surya generasi baru yang ditemukan mampu menyerap radiasi sinar Matahari dari berbagai sudut, sehingga mampu menghasilkan energi lebih banyak.
• VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Malam kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Malam menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Malam dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Dunia Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Dunia kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Dunia menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Dunia dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Dunia pada blog ini
Pembangkit listrik tenaga surya terbesar di gurun pasir Nevada, 


Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Dunia
Amerika Serikat resmi mengoperasikan pembangkit listrik tenaga matahari terbesar. Copper Mountain Solar Project, pembangkit listrik itu, mulai dikerjakan sejak sekitar setahun lalu. Kini proyek pembangunannya telah selesai.

Seperti dikutip dari Earth Techling, 4 April 2011, Copper Mountain Solar Project berada di dekat instalasi sel surya El Dorado Solar milik Sempra Generation yang lebih dulu dibangun, dan mampu memasok daya sebesar 10 Megawatt. 

Pembangunan pembangkit listrik tenaga matahari terbesar itu dimulai sejak Januari 2010. Sebanyak 350 pekerja telah memasang 775 ribu panel surya yang secara total memakan ruangan seluas 1,54 kilometer persegi di kawasan gurun pasir Nevada.

Setelah selesai dibangun, ia mampu menghasilkan energi terbarukan sebesar 48 Megawatt, dan mampu memasok listrik hingga 14 ribu rumah di California. Saat ini, energi baik dari pembangkit El Dorado dan Copper Mountain telah dijual ke Pacific Gas & Electric (PG&E) untuk masa kontrak selama 20 tahun.
Meski memegang predikat proyek pembangkit listrik tenaga surya terbesar, dalam waktu dekat proyek ini akan tampak seperti pembangkit listrik skala kecil. Soalnya, Amerika Serikat tengah membangun pembangkit listrik serupa di kawasan Phoenix, Arizona yang rencananya akan rampung akhir 2011.

Untuk tahap pertama, Mesquite Solar Complex, pembangkit listrik tenaga surya baru itu, akan menyediakan listrik sebesar 150 megawatt. Langkah berikutnya adalah meningkatkan kapasitas produksinya hingga mampu menghasilkan output total sebesar 700 megawatt.
• VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Dunia kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Dunia menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Dunia dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Komputer 1 Milimeter Kubik Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Komputer 1 Milimeter Kubik kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Komputer 1 Milimeter Kubik menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Komputer 1 Milimeter Kubik dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Komputer 1 Milimeter Kubik pada blog ini
Komputer berukuran 1 mm kubik (Techreview)


Kemajuan teknologi memungkinkan perangkat elektronik untuk menjalankan sebuah fungsi yang sama dengan ukuran yang semakin mengecil.
Belum lama ini, situs Techreview mengupas sebuah sensor komputer nirkabel yang ukurannya hanya satu milimeter kubik. Alat supermini ini berfungsi sebagai sebuah implan yang dipasang di mata seorang penderita penyakit glukoma.
Kendati ukurannya yang sangat kecil, perangkat elektronik ini sudah menggabungkan berbagai jenis piranti keras, meliputi sebuah prosesor, memori, sensor tekanan, sel surya, film tipis baterai lithium, serta sebuah transmitter.
Alat besutan para ilmuwan dari University of Michigan itu berguna untuk membaca tekanan pada mata penderita glukoma selama 24 jam, dan mentransmisikan data tersebut kepada dokter yang menangani pasien tersebut.
Pembacaan tekanan oleh sensor diambil setiap 15 menit sekali, dan perangkat itu akan menyimpannya ke dalam memori, sebelum alat itu kemudian mengunggahnya ke perangkat eksternal. Sel surya alat ini ukurannya hanya 0,007 milimeter persegi secara konstan menyuplai baterai.
Sel surya ini harus disinari matahari sekitar 1,5 jam atau setidaknya terkena cahaya luar ruangan selama 10 jam. 
Menurut insinyur dari University of Michigan, Dennis Sylvester, tantangan utama dari alat ini bukanlah ukuran rangkaian listrik yang sangat kecil, melainkan kecilnya tenaga listrik yang mampu disuplai oleh baterai. Semua komponen didesain untuk memakai tenaga listrik sesedikit mungkin.
Oleh karena itu, para ilmuwan membuat alat ini dengan teknologi pemrosesan 180 nanometer, bukan 32 nanometer. Sebab, semakin kecil rangkaian listrik, akan semakin banyak kebocorannya. Sementara, sel memori juga didesain untuk bekerja pada tegangan 400 milivolt, bukan 1 volt. 
Sensor tekanan hanya mengonsumsi rata-rata 5,3 nanowatt. Prosesor bekerja pada 100 kilohertz (KHz) bukan 1 GHz seperti pada kebanyakan ponsel. Dan memori yang ada memiliki daya tampung 4 kilobit. 
Dengan kapasitas yang kecil, perangkat transmitter nirkabel bertugas untuk mengirimkan data dari memori secara nirkabel ke sebuah tempat penyimpanan lebih besar yang jaraknya 10 cm dari letak alat implan ini. 
Sensor kecil seperti ini tentu saja juga bisa dibuat untuk berbagai keperluan pengawasan biomedis lain, seperti menelusuri perkembangan tumor, mengawasi perkembangan polutan di lingkungan tertentu, atau menyediakan sistem pengamatan untuk tujuan keamanan. 
Cara Saya berbagi tentang Komputer 1 Milimeter Kubik kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Komputer 1 Milimeter Kubik menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Komputer 1 Milimeter Kubik dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Pemutar Musik Tenaga Detak Jantung Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Pemutar Musik Tenaga Detak Jantung kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Pemutar Musik Tenaga Detak Jantung menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Pemutar Musik Tenaga Detak Jantung dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Pemutar Musik Tenaga Detak Jantung pada blog ini

Listening Music

Pemutar Musik Tenaga Detak Jantung, Suatu hari, pemilik gadget pemutar musik tak perlu khawatir lagi bakal kehabisan baterai gadgetnya di tengah jalan. Selama ia masih bernafas, selama jantung masih berdetak, MP3 playernya dijamin akan terus menyala.
Sebab, baru-baru ini sekelompok ilmuwan telah menemukan sebuah chip kecil yang bisa membangkitkan tenaga listrik dari gerakan alamiah manusia.
Diharapkan, temuan ini bakal menghasilkan sebuah perangkat yang bisa menjadikan detak jantung manusia untuk menyuplai berbagai gadget sebagai sumber tenaganya.
Penemuan ini dibuat oleh beberapa ilmuwan dariGeorgia Institute of Technology. Mereka memanfaatkan kabel nano Zinc Oksida, untuk membangkitkan listrik. Secara teoritis, setiap gerakan tubuh sekecil apapun, bahkan cubitan sebuah jari, bisa digunakan membangkitkan listrik.
Sejauh ini, penelitian yang dipimpin oleh Dr Zhong Lin Wang itu telah berhasil menggunakan teknologi yang mampu mengirimkan sinyal radio dan menghidupkan display LCD serta dioda-dioda dalam rangkaian. Namun Wang cs yakin, penelitian ini akan bisa dikembangkan lebih jauh lagi.
Temuan Wang cs ini ribuan kali lebih baik daripada riset yang dilakukan pada teknologi gerak, sebelumnya. Ia menggunakan kabel nano (nanowires) yang ukurannya 500 kali lebih tipis daripada rambut manusia.
Dalam sebuah eksperimennya, lima buah kabel nano itu mampu menghasilkan tenaga yang setara dengan dua buah baterai AA berkapasitas 3 volt dan 1 mikro ampere.
Dengan menyusunnya dalam satu stack, kabel nano itu bisa menyuplai listrik kepada perangkat elektronik yang lebih besar lagi, seperti gadget semacam iPod atau ponsel. 
Diharapkan penemuan ini juga mampu diterapkan di berbagai aplikasi lain pada perangkat yang membutuhkan tenaga listrik yang lebih lama.
"Perkembangan ini merupakan sebuah tonggak capaian dalam mewujudkan perangkat elektronik portabel yang dapat ditenagai oleh pergerakan tubuh tanpa menggunakan baterai atau asupan listrik," ujar Wang seperti dikutip dari situs DailyMail.
Cara Saya berbagi tentang Pemutar Musik Tenaga Detak Jantung kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Pemutar Musik Tenaga Detak Jantung menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Pemutar Musik Tenaga Detak Jantung dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Isi Baterai Smartphone dengan Tenaga Angin Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Isi Baterai Smartphone dengan Tenaga Angin kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Isi Baterai Smartphone dengan Tenaga Angin menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Isi Baterai Smartphone dengan Tenaga Angin dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Isi Baterai Smartphone dengan Tenaga Angin pada blog ini
Pernah mendengar ponsel berbasis tenaga surya? Ya, sekitar pertengahan tahun lalu Puma Phone muncul sebagai smartphone pertama dilengkapi panel tata surya. Ia dijual terbatas. Konsepnya cukup bagus untuk sebuah smartphone. Tetapi, jika ditawarkan mungkin Anda akan menimbang ulang mengganti ponsel Anda lagi.

Bagaimana jika teknologi berbasis tenaga surya itu muncul di charger ponsel? Berbicara soal charger atau pengisi ulang baterai ponsel, Anda pasti tahu adanya charger berbasis panel surya. Atau, beberapa dari Anda mungkin sudah memilikinya. Ini memang bukan sesuatu yang baru. Charger panel surya ini hadir ketika ada kebutuhan isi ulang baterai ponsel di saat darurat, atau tak ada arus listrik.

Ide ini ternyata cukup inspiratif. Setidaknya bagi Lance Cassidy yang berhasil membuat konsep lain berupa charger ponsel berbasis tenaga angin. Dengan menggunakan turbin angin, baterai ponsel akan diisi ulang tanpa harus melibatkan arus listrik.



Konsep teknologi itu bernama Aero E Wind Power Generator. Energi terkonversi dari angin menjadi arus listrik yang ditransfer secara nirkabel melalui induksi. Letakkan ponsel Anda pada pad yang tersedia, dan tancapkan dia di jendela rumah Anda. Biarkan tetangga Anda dibuat kagum olehnya.

Turbin ini memancarkan daya secara nirkabel ke saku pengisian, di mana pad tadi ditempatkan. Seperti mendepositkan daya listrik dari tenaga angin. Ketika Anda pulang dari tempat Anda bekerja, Anda mempunyai charger siap pakai.

Nantinya, akan diciptakan pula sebuah aplikasi khusus smartphone untuk memungkinkan pengguna terhubung dengan turbin mereka dari manapun melalui koneksi Internet. Sehingga pengguna dapat melacak pola angin serta mengatur kapan turbin itu menyala atau mati.



Ide ini bisa dikembangkan oleh siapa saja. Tetapi, konsep ini bisa menjadi teknologi energi alternatif yang diproduksi masif suatu waktu nanti. Kemungkinan ia akan diburu oleh penghuni rumah apartemen atau backpacker yang berkantong pas-pasan.
sumber
Cara Saya berbagi tentang Isi Baterai Smartphone dengan Tenaga Angin kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Isi Baterai Smartphone dengan Tenaga Angin menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Isi Baterai Smartphone dengan Tenaga Angin dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Pertama Kali, Manusia Jamah Planet Merkurius Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Pertama Kali, Manusia Jamah Planet Merkurius kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Pertama Kali, Manusia Jamah Planet Merkurius menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Pertama Kali, Manusia Jamah Planet Merkurius dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Pertama Kali, Manusia Jamah Planet Merkurius pada blog ini
Planet Merkurius

Pesawat Messenger milik badan antariksa NASA telah berhasil mengorbiti Merkurius untuk pertama kali.

Setelah melakukan manuver yang rumit untuk menghindari gravitasi Matahari, pesawat ruang angkasa tak berawak bernamatersebut  sukses masuk ke jalur orbit pada Kamis malam waktu Florida setelah menempuh jarak 4,9 miliar mil, atau kurang lebih enam setengah tahun dari Bumi.

Pencapaian ini sekaligus menjadikan Merkurius sebagai planet kelima yang berhasil dijamah oleh manusia dalam tata surya kita. Demikian dilansir Associated Press, Selasa 22 Maret 2011. "Ini merupakan jarak terdekat dan paling sempurna yang bisa didapat," ujar Eric Finnegan, chief engineer Messenger.
Messenger mengelilingi Merkurius dengan jarak sangat dekat, sekitar 120 mil, setara 193 kilometer, di atas permukaan. "Semua orang berteriak dan bersorak-sorai. Kami sangat gembira. Memang, ada banyak pekerjaan menunggu kami. Tapi, setidaknya kami sudah ada di sana sekarang," jelas Finnegan.

Ternyata, Merkurius tidak sulit dicapai. Tapi, harus diingat bahwa ia merupakan planet berbatu dan bertemperatur paling ekstrim di tata surya. Rentang temperatur di permukaannya mencapai 593 derajat Celcius. Suhu di permukaannya bisa mencapai 426 derajat Celcius pada jarak terdekat dengan Matahari dan mencapai -148 derajat Celcius pada tengah malam.

Merkurius memang terkenal memiliki perpindahan temperatur ekstrim dari panas ke dingin. Entah kenapa siang hari jauh lebih lama ketimbang malam hari setiap tahunnya. Dan anehnya, meski planet ini paling dekat dengan matahari,  para ilmuwan menemukan adanya es berton-ton di kawahnya yang gelap.

Messenger direncanakan akan memasuki orbit Merkurius dan berputar-putar selama setahun. Untuk semua tugasnya itu, satelit senilai US$446 juta itu (Rp3,9 triliun), harus mampu bertahan dari tarikan gravitasi matahari.

Merkurius sendiri memiliki orbit yang sangat elips. Rentang jaraknya ke matahari sekitar 29 juta mil (47 juta kilometer) hingga 43 juta mil (69 juta kilometer) untuk jarak terjauhnya. Untuk diketahui, Merkurius mengorbiti matahari setiap 88 hari di Bumi.
• VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang Pertama Kali, Manusia Jamah Planet Merkurius kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Pertama Kali, Manusia Jamah Planet Merkurius menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Pertama Kali, Manusia Jamah Planet Merkurius dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : IVy Mobil Bertenaga Surya Tercepat di Dunia Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang IVy Mobil Bertenaga Surya Tercepat di Dunia kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel IVy Mobil Bertenaga Surya Tercepat di Dunia menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan IVy Mobil Bertenaga Surya Tercepat di Dunia dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca IVy Mobil Bertenaga Surya Tercepat di Dunia pada blog ini
 
IVy kendaran bertenaga surya tercepat di dunia

Para mahasiswa dari University of of New South Wales berhasil memecahkan rekor kendaraan bertenaga surya.

Seperti dikutip dari situs Wired, mereka berhasil memecahkan rekor kecepatan tadi menggunakan sebuah kendaraan bernama Sunswift IV atau disebut juga dengan IVy.

IVy yang dikendarai oleh Barton Mawer di balik kemudi, berhasil mengukir kecepatan 55,14 mil per jam atau 88,7 km per jam. Kecepatan ini melampaui rekor sebelumnya yang hanya 79 km per jam.

Rekor kecepatan itu dapat diraih IVy pada dua kesempatan di dua lintasan sepanjang 2,5 km, di markas AU Australia, Nowra. Rekor kecepatan tertinggi IVy sendiri adalah 56,85 mil per jam atau 89,88 km per jam.

"Ini memang jalan yang panjang, namun kami sangat gembira dengan hasil yang kami raih," ujar Project manager Sunswift, Daniel Friedman, kepada Wired.

Menurut sang pengemudi Mawer, IVy sangat stabil saat dikendarai, walaupun penanganannya sempat sedikit berubah, setelah sel baterai kendaraan ini - yang khusus diperuntukkan bagi perjalanan jauh, sempat dilepas oleh tim.

"Kendaraan ini memang dirancang untuk stabil pada kecepatan tadi, sehingga aerodinamika membuat kendaraan menjadi stabil," kata Mawer.

Namun, IVy ditargetkan untuk bisa berlari lebih cepat lagi. Saat ini IVy tengah dioptimasi lagi untuk menghadapi World Solar Challenge yang akan digelar Oktober mendatang.

"Visi kami adalah hadirnya tim-tim lain yang akan menantang kami dan memecahkan rekor kami kembali. Kami bahkan berusaha menemukan kendaraan baru yang didesain khusus untuk memecahkan rekor ini untuk mendapatkan kendaraan yang lebih efisien lagi,' kata Friedman.• VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang IVy Mobil Bertenaga Surya Tercepat di Dunia kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel IVy Mobil Bertenaga Surya Tercepat di Dunia menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan IVy Mobil Bertenaga Surya Tercepat di Dunia dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Remaja AS Temukan 'Senjata Death Ray' Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Remaja AS Temukan 'Senjata Death Ray' kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Remaja AS Temukan 'Senjata Death Ray' menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Remaja AS Temukan 'Senjata Death Ray' dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Remaja AS Temukan 'Senjata Death Ray' pada blog ini
 
Remaja AS dengan senjata Solar Death Ray besutannya

Dulu, ilmuwan besar AS yang sempat menjadi asisten Thomas Alva Edison, Nikola Tesla, sempat mengajukan konsep senjata Death Ray yang sangat mematikan. 
Namun, hingga Tesla meninggal, belum ada yang benar-benar menemukan prototipe Death Ray besutan Tesla, yang diklaim mampu menghancurkan obyek musuh dari jarak yang sangat jauh, tanpa bekas.
Seperti dilansir DailyMail, belum lama ini seorang remaja asal AS berhasil membuat sebuah senjata Death Ray dalam skala yang lebih kecil. Eric Jacqmain, pemuda 19 tahun asal Indiana AS, berhasil membuat sebuah alat yang ia namakan 'Solar Death Ray 5800'.
Ia memang memiliki konsep yang agak berbeda dengan Death Ray besutan Tesla, karena temuan Jacqmain tidak menggunakan elektromagnet, melainkan memanfaatkan kekuatan panas matahari.
Solar Death Ray terbuat dari antena parabola berbahan fiberglass, yang memiliki 5800 potongan cermin kecil yang mampu merefleksikan sinar matahari ke satu titik fokus yang sama.
...but as a hole appears in the lid, the 'death ray' emerges as the easy victor
Hasilnya, alat itu mampu melelehkan baja, aluminium, melubangi beton, dan membakar segala benda yang diletakkan di titik fokusnya. Jacqmain mengklaim, panas yang bisa dihasilkan oleh alat itu adalah 5000 kali dari panas matahari di permukaan bumi.
"Saya sempat membuat karbon menjadi uap, dengan suhu  lebih dari 6500 derajat fahrenheit atau sekitar 3600 derajat celcius," kata Jacqmain.

Sayang, kini alatnya itu telah musnah. Sebuah kecelakaan yang tak disengaja, membuat alat itu menyebabkan kebakaran yang kemudian menghanguskan alat itu sendiri.
Namun, Jacqmain tak putus asa. Kini ia tengah mengembangkan Solar Death Ray lain yang berkekuatan lebih besar, yakni menggunakan 32 ribu reflektor kecil. Oleh karenanya, alat ini ia namakan 'Solar Death Ray 32K'.

• VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang Remaja AS Temukan 'Senjata Death Ray' kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Remaja AS Temukan 'Senjata Death Ray' menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Remaja AS Temukan 'Senjata Death Ray' dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : 5 Temuan Thomas Edison yang Belum Terungkap Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang 5 Temuan Thomas Edison yang Belum Terungkap kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel 5 Temuan Thomas Edison yang Belum Terungkap menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan 5 Temuan Thomas Edison yang Belum Terungkap dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca 5 Temuan Thomas Edison yang Belum Terungkap pada blog ini
Thomas Alva Edison

Bila Anda lihat tema Google Doodle (logo Google) hari ini, maka Anda akan mendapati bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Thomas Alva Edison yang ke-164.
Lahir di Ohio pada 1847, Edison adalah seorang pengusaha sekaligus ilmuwan dan penemu besar Amerika Serikat yang memiliki begitu banyak hasil penelitian. Ia juga pendiri 14 perusahaan termasuk General Electric.
Edison telah mematenkan lebih dari 1000 penemuannya di AS.  Hasil penelitian besarnya meliputi lampu bohlam, ponograf (gramofon), kamera bergerak, dan dinamo.
Namun, ada pula penemuan-penemuan yang tak terungkap oleh publik. Situs  Gearlog mencatat setidaknya ada lima penemuan Edison yang belum begitu banyak diketahui orang.

1. Mesin suara (1868)

edison vote recorder.jpgJauh sebelum Amerika menggunakan mesin diebold untuk penghitungan suara, Edison sudah menawarkan alat hasil temuannya bernama Vote Recorder. Alat ini menghitung suara dengan model pertanyaan Ya atau Tidak.
Sayangnya, mesin penghitung suara ini memiliki waktu proses yang lambat. Sampai-sampai salah seorang Ketua Komite Kongres berkata, "Bila ada sebuah penemuan di bumi ini yang tidak kita inginkan, mesin inilah dia," katanya.

2. Boneka Bicara (1877)
edison talking doll.jpgTak hanya menemukan fonograf, Edison juga membesut sebuah versi miniatur dari pemutar musik itu, yang kemudian ditempatkan di dalam sebuah boneka.
Fonograf itu kemudian bisa memainkan rekaman sajak untuk anak-anak, sehingga boneka itu seolah-olah berbicara.








3. Baterai untuk Mobil Listrik (1880)
Saat Edison memperkenalkan baterai nikel-besi, ia kemudian memimpikan untuk membuat mobil listrik. Beberapa pembuat mobil seperti Detroit Electric dan Baker Electric, kemudian mengadopsi teknologi yang diperkenalkan Edison itu.
edison car.jpg
Namun, belakangan dalam sebuah pesta makan malam, Henry Ford memberikan sebuah catatan kecil kepada Edison berbunyi "Mobil listrik telah mati." Setelah itu, perkataan itu terbukti kebenarannya. Mimpi Edison tak pernah kesampaian.

4. Film Frankenstein (1910)
1910frankenstein.jpg
Pada 1891 Edison mematenkan kamera film pertama yang dinamakan Kinematograph. Pada 1910, perusahaannya, Edison Manufacturing Company Studio, membuat film Frankenstein , sebuah film yang ia adaptasi dari novel horor klasik karya Mary Shelley.

5. Telepon untuk Arwah (1920)
Temuan ini adalah salah satu subyek yang masih terus diperdebatkan. Edison sempat memberitahukan kepada beberapa media tentang upayanya untuk menemukan cara untuk menelepon orang yang telah meninggal dunia.
seance-berlin-1930s.jpg
Pada 1921 ia mengklarifikasi hal itu dengan mengatakan kepada New York Times, bahwa penemuannya itu bisa mendeteksi unit kehidupan yang di antara yang mati. Namun, banyak yang mengatakan bahwa Edison gagal total dalam upayanya kali ini. Bila alat ini sudah berhasil ditemukan, mungkin saja yang akan ditelepon paling dulu adalah arwah Edison sendiri.

• VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang 5 Temuan Thomas Edison yang Belum Terungkap kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel 5 Temuan Thomas Edison yang Belum Terungkap menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan 5 Temuan Thomas Edison yang Belum Terungkap dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : 295 Eksabita, Jumlah Semua Data di Bumi Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang 295 Eksabita, Jumlah Semua Data di Bumi kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel 295 Eksabita, Jumlah Semua Data di Bumi menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan 295 Eksabita, Jumlah Semua Data di Bumi dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca 295 Eksabita, Jumlah Semua Data di Bumi pada blog ini

Ada lebih 295 Eksabita data di muka bumi.
Sebesar apa bila semua data di seluruh dunia disatukan?
Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Martin Hilbert dan Proscilla Lopez dari University of Southern California, seluruh data digital di muka bumi ini, pada 2007 adalah sebesar 295 eksabita.
Seperti dikutip dari situs BBC, ilmuwan mengkalkulasi data tersebut dengan mengumpulkan data analog maupun digital selama 1986 hingga 2007.
Mereka memasukkan juga berbagai data di berbagai platform kuno seperti floppy disc juga film x-ray hingga mikrocip pada kartu kredit.
Survey ini memilih periode tersebut karena periode itu dikenal sebagai masa "revolusi informasi" di mana manusia mulai melakukan transisi menuju digital age.
Studi ini menunjukkan bahwa pada 2000, sekitar 75 persen informasi tersimpan sebagai data analog, termasuk dalam format kaset video. Namun, pada 2007, 94 persen data kini disimpan dalam bentuk digital.
Data sebesar 295 eksabita adalah setara dengan 1,2 miliar kali kapasitas hard disk drive di komputer kebanyakan. Angka tersebut diperolah para peneliti dengan menghitung data-data yang berjalan di 25 platform teknologi berbeda, antara lain, mulai dari komputer PC, DVD hingga iklan koran hingga buku-buku.
"Bila kita masukkan semua informasi tadi ke dalam buku, maka kita bisa menutupi seluruh permukaan daerah AS atau China dengan tiga lapis buku," kata Martin Hilbert kepada BBC.
Sementara, jumlah informasi tersebut bila disimpan secara digital ke dalam CD, kata Hilbert, maka akan cakram-cakram CD tersebut bila dijejerkan, bisa mencapai jarak bumi-bulan.
Hal lain yang menarik dari riset ini adalah, manusia menyiarkan sekitar dua zetabita data melalui udara. Satu zetabita adalah setara dengan 1000 eksabita. Ini sama dengan informasi 175 surat kabar untuk setiap orang setiap per hari.
Jumlah data tadi sepertinya memang terdengar begitu besar. Namun, menurut Hilbert, lebih besar jumlah data yang diolah dan disimpan secara alamiah oleh tubuh.
"DNA di dalam satu tubuh manusia bisa menyimpan hingga 300 kali informasi yang lebih banyak daripada yang kita simpan di seluruh perangkat teknologi kita," kata Hilbert.

• VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang 295 Eksabita, Jumlah Semua Data di Bumi kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel 295 Eksabita, Jumlah Semua Data di Bumi menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan 295 Eksabita, Jumlah Semua Data di Bumi dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Tombak Berusia 10.000 Tahun Ditemukan Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Tombak Berusia 10.000 Tahun Ditemukan kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Tombak Berusia 10.000 Tahun Ditemukan menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Tombak Berusia 10.000 Tahun Ditemukan dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Tombak Berusia 10.000 Tahun Ditemukan pada blog ini
Ilustrasi: Lokasi penggalian arkeologi di dekat tembok Kota Lama di Yerusalem (AP Photo/Tara Todras-Whitehill)
 

Sejumlah arkeolog menemukan harapan besar di sela musim semi yang melanda wilayah selatan Amerika Serikat. Di Florida tepatnya, sekitar satu jam perjalanan dari Tampa ke arah selatan, para ilmuwan menemukan warisan budaya di jaman purba.

Di tengah eksplorasi dan penggalian di sekitar Little Salt Spring, di bagian selatan Sarasota Country, tim penyelam yang berasal dari Florida Aquarium dan University of Miami dikejutkan dengan penemuan tombak sisa kehidupan di jaman purba.

Para arkeolog mengestimasi tombak tersebut berusia kurang lebih 10.000 tahun yang lalu. Temuan ini semakin meyakinkan mereka bahwa di sekitar lokasi ditemukannya tombak ada banyak "sampah" prasejarah yang merupakan sisa eksistensi kehidupan purba di masa lampau.

Apa yang membuat situs bawah tanah itu sangat unik bagi imuwan adalah karena adanya air yang telah terkubur sedalam 250 kaki sejak masa lampau, dan tidak mengandung oksigen. Sehingga, tidak ada mikroba atau bakteri yang bertahan hidup dan merusak peninggalan tersebut.

"Kami berhasil menemukan artefak yang luar biasa, yang tidak dapat ditemukan di tempat lain, karena lingkungan air di sini sangatlah unik," kata John Gifford, salah seorang arkeolog spesialis bawah air asal University of Miami, yang dikutip VIVAnews dari Stone Pages, Senin 21 Maret 2011.

Dia mengatakan, belum ada ilmuwan yang pernah menemukan tombak dalam kondisi baik sebelumnya. Selain tombak, terdapat kayu dan arang ditemukan di dekatnya. Usianya diperkirakan 9.300 tahun.

Temuan para arkeolog akan dibawa ke Texas A&M University, yang mana cukup dikenal memiliki departemen yang paling bergengsi dalam hal konservasi artefak air. "Jika memenuhi syarat tertentu, artefak-artefak tersebut bukan tidak mungkin dipajang di museum," kata Gifford.• VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang Tombak Berusia 10.000 Tahun Ditemukan kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Tombak Berusia 10.000 Tahun Ditemukan menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Tombak Berusia 10.000 Tahun Ditemukan dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Earth to Look Completely Different by 2050 Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Earth to Look Completely Different by 2050 kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Earth to Look Completely Different by 2050 menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Earth to Look Completely Different by 2050 dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Earth to Look Completely Different by 2050 pada blog ini
 
Earth to Look Completely Different by 2050



Earth_1.jpg
EARTH

It's estimated that by the end of the year the world's population will reach seven billion with that number continuing to steadily rise as time goes on.  With food production and power consumption quickly becoming massive points of interest, this influx of infrastructure required to reasonably sustain the human race will quickly make the Earth look quite different from how it does today.  But how will it look?

Futurists have said for years that with the expansion of the Earth's populations, we will have to depend on new methods of city building in order to improve the amount of space on the Earth.  But with these new life giving systems, vast changes may one day take place to make the planet less recognizable than ever before.  And as the population expands, there may be a time when we really do have to rethink things like cities.

At the moment a single population has to move quite a bit to perform its duties.  Recreation and leisure increasingly have started happening within the home in the past hundred years, but the ability for human beings to break away from that and travel has also improved with the creation of better cars, planes, and other means of transport.  But what if an entire city was planned to reduce travel requirements for the average citizen?  Grid patterns have worked well in the past, but developers at The Venus Project have designed a new system based on circular cities with central domes.

If this sounds a bit ambitious like some of the projects proposed for colonizing the moon in the 1970's at first, these newer cities are proposed to be based on economic stability, agricultural responsibility, and minimal environmental impact.  Furthermore, developers at the project have proposed even colonizing the oceans in an effort to allow population growth even while decreasing the amount of developmental pressure on land.  At least that's how it would work in theory.  In the mean time there is a current crisis of infrastructure and an even more catastrophic lack of funding for future projects.

The cities of the future will have to not only be built in new ways, but be built in such a way that they can be created economically and reasonably.  One method for doing this would be factory cities that are designed and built and then put together on-site once they arrive at their intended destination.

And the idea doesn't only apply to cities.  Domed towns have been proposed that could be sustained in the most inhospitable of conditions.  A dome over a small community would allow those inside to grow crops even in the harsh winters of the poles while enjoying a reasonably warm stay inside and crop production year round.

Are these cities the answer to our population woes?  With any luck they will help us transition into a world where population is no longer a problem, but where the human race will welcome and even encourage a vastly larger population.




Best Wishes,

----------------------------------------------
Tauseef Iqbal
  | Project Leader
----------------------------------------------
 VentureChest-logo
 
Cara Saya berbagi tentang Earth to Look Completely Different by 2050 kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Earth to Look Completely Different by 2050 menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Earth to Look Completely Different by 2050 dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Nautilus: Not a Bad Way to Mars Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Nautilus: Not a Bad Way to Mars kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Nautilus: Not a Bad Way to Mars menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Nautilus: Not a Bad Way to Mars dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Nautilus: Not a Bad Way to Mars pada blog ini
 

Nautilus: Not a Bad Way to Mars


nautilus_1.jpg
NASA has proposed a new vessel for long term deep space exploration that would exist more like a space station than a simple space capsule like the Orion ship.  And with a Mars mission on everyone's mind the real question in the world of 2011 is inevitably, "How much will it cost?"  But NASA aims to build a space station that will not only take humans to Mars, but do so in a reasonably cost effective way.  And if that claim doesn't have enough weight to it, NASA proposes the ship will have a rotating centrifuge giving astronauts artificial gravity.

We were first brought the idea of a centrifuge system for gravity in films like 2001: A Space Odyssey.  And as technology advances, the highly computerized vessel making its way to the Martian surface may actually be fairly similar to the one designed for that very film.  Although hopefully the newer version will not include a murderous artificial intelligence system onboard.  Some fans of Mars expeditions have voiced in the blogosphere that it doesn't matter as long as humans set foot on the red planet.

There have also been many proposed modifications to the plans by people worldwide.  The idea of a habitation system that could ferry people to the Moon, Mars, and a number of other places is sure to have its share of fans, and proposals for changes.  But Ray Villard of Discovery News has some very interesting ones including laser based communications systems, an electricity based propulsion system (powered possibly even by nuclear power generators), and others.

The Nautilus will be constructed onboard the ISS according to NASA and the pieces would require three heavy lift launches to move it into place.  But once in orbit the craft could move around Earth's orbit, drop in on an asteroid moving slowly enough to catch, deploy bases and material to the Moon and even make that coveted journey between the planets all the way to Mars.  And with the centrifuge style gravity system in place onboard the vessel, this would be no doubt one of the most promising methods of getting explorers out that far.  Previously scientists at NASA were worried that Martian explorers would be virtually immobile after being left in the weightlessness of space for so long.  Their atrophied muscles would be unable to grapple with even Mars' low gravity and would instead have to figure out methods of deterring this muscle loss in a weightless environment.

So does this mean we may be able to actually make it to Mars this time?  With NASA facing serious budget cuts, hopes are turning to apprehension.  The project is expected to cost some $20 billion to build.
 



Best Wishes,

----------------------------------------------
Tauseef Iqbal
  | Project Leader
----------------------------------------------
 VentureChest-logo
 
Cara Saya berbagi tentang Nautilus: Not a Bad Way to Mars kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Nautilus: Not a Bad Way to Mars menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Nautilus: Not a Bad Way to Mars dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Belasan Asteroid Dekat Bumi? Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Belasan Asteroid Dekat Bumi? kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Belasan Asteroid Dekat Bumi? menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Belasan Asteroid Dekat Bumi? dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Belasan Asteroid Dekat Bumi? pada blog ini
Asteroid
Menggunakan teleskop canggih di Pulau Maui, Hawaii, sejumlah astronom berhasil menangkap gambar 19 asteroid yang lalu-lalang di sekitar Bumi. Jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak yang berhasil ditemukan para ilmuwan dalam kurun waktu satu malam.

Para ilmuwan yang menggunakan teleskop Pan-STARRS PS1 di Haleakala, Maui, mengatakan citra asteroid itu ditangkap oleh teleskop berumur tua yang software-nya sudah diimprovisasi dan teknik observasi yang diperbaiki.

Dahulu, sebelum instrumen itu diimprovisasi, teleskop seringkali  salah mendeteksi. "Sulit membedakan antara asteroid yang nyata dan asteroid 'hantu'," kata Nick Kaiser, kepala proyek Pan-STARRS, seperti dikutip dari Star-Advertiser, Sabtu 26 Februari 2011.
"Selama demonstrasi yang dilakukan pada 29 Januari silam, para astronom mengambil empat eksposur berbeda, satu per satu, untuk memastikan hasil observasi nantinya akan akurat," tandasnya.

Untuk mengerjakan proyek deteksi kegiatan asteroid di sekitar Bumi ini, Kaiser cs menerima dana hibah dari badan antariksa AS, NASA, dan US Air Force. Proyek ini juga melibatkan sejumlah studi dan penelitian.

"Kami tidak didanai khusus untuk ini, tetapi kami pikir kami melakukannya untuk sebuah demonstrasi. Kami berharap untuk menghasilkan lebih banyak dana untuk kegiatan serupa [deteksi asteroid]", kata Kaiser.

Dari studi selama ini, kemungkinanan asteroid membentur atmosfer Bumi kira-kira 1 banding seribu. Dan, menurut Kaiser, keberadaan asteroid dapat diketahui sehingga memungkinkan pemerintah untuk bertindak cepat sebelum hal tersebut menjadi sebuah ancaman yang nyata.

"Layaknya risiko penyakit berbahaya yang langka," kata Kaiser. "Kemungkinan orang terjangkit penyakit tersebut kecil sekali. Namun, risiko yang diterima saat terjangkit benar-benar tidak diinginkan. Tentu saja Anda ingin mengantisipasi hal itu supaya tidak terjadi," jelasnya.

Dengan keakuratan hasil observasi teleskop oleh Pan STARRS ini diharapkan para ilmuwan dapat mewaspadai tiap kegiatan asteroid di sekitar Bumi sebelum terjadi bencana akibat benturannya dengan atmosfer.
• VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang Belasan Asteroid Dekat Bumi? kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Belasan Asteroid Dekat Bumi? menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Belasan Asteroid Dekat Bumi? dapat sharing dengan yang lainnya

Cara Saya berbagi tentang : Ditemukan, Gen Penyebab Kecanduan Nikotin Untuk Menambah Wawasan

Cara Saya berbagi tentang Ditemukan, Gen Penyebab Kecanduan Nikotin kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Ditemukan, Gen Penyebab Kecanduan Nikotin menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Ditemukan, Gen Penyebab Kecanduan Nikotin dapat sharing dengan yang lainnya Ya udah Langsung saja Membaca Ditemukan, Gen Penyebab Kecanduan Nikotin pada blog ini
Peneliti berhasil mengidentifikasi sebuah gen yang disebut CHRNA5. Gen ini merupakan sumber utama penyebab nikotin tak bisa dilupakan oleh otak. Temuan tersebut membuka peluang terhadap pengembangan obat anti rokok.


Jika normal, asupan nikotin akan memicu reseptor mengirimkan pesan penolakan pada otak. (www.dicts.info)

Sebagai informasi, tembakau berhasil membunuh 5 juta orang setiap tahun dan menjadi faktor penyebab 1 dari 10 kematian orang dewasa, dengan 90 persen di antara kematian itu terkait dengan kanker paru-paru.

CHRNA5 sendiri merupakan gen yang mengontrol sebuah reseptor,  sebuah jalan masuk pada permukaan sel otak, yang juga bertugas merespon terhadap hadirnya molekul nikotin.

Jika otak manusia normal, asupan nikotin dalam dosis kecil sekalipun akan memicu reseptor tersebut mengirimkan pesan yang menyatakan “berhenti mengonsumsi benda ini” pada otak.

“Dosis yang lebih besar membuat otak mengeluarkan rasa jijik, serupa ketika tubuh mengonsumsi makanan atau minuman yang rasanya tidak enak,” kata Paul Kenny, ketua tim peneliti dari Scripps Research Institute, Florida, Amerika Serikat, seperti dikutip dari MedIndia, 1 Februari 2011.

Saat diuji pada tikus, efeknya berbeda jika sebagian kecil sub unit dari reseptor tersebut, bernama alpha5, disingkirkan. “Pesan penolakan tidak pernah dikirimkan ke otak. Akhirnya, tikus tidak bisa berhenti mengonsumsi racun yang diberikan padanya,” ucap Kenny.

Peneliti yakin, skenario serupa terjadi di sejumlah manusia. Dari pemindaian lebih lanjut, peneliti juga telah mengidentifikasi perubahan genetik yang menyebabkan alpha5 tidak berfungsi.

“Sekitar 30 sampai 35 persen populasi di Amerika Serikat diperkirakan memiliki salah satu bentuk gen CHRNA5 yang mendorong kecanduan nikotin menjadi tak terkendali,” kata Kenny.

Kenny menyebutkan, data yang didapatkan menjelaskan alasan mengapa individu yang memiliki variasi genetika tersebut memiliki kecenderungan yang tinggi untuk mengembangkan pola kecanduan terhadap tembakau.• VIVAnews
Cara Saya berbagi tentang Ditemukan, Gen Penyebab Kecanduan Nikotin kepada teman-teman sobat blogger dirumah Tujuan artikel Ditemukan, Gen Penyebab Kecanduan Nikotin menambah wawasan Jika Sobat Suka Dengan Ditemukan, Gen Penyebab Kecanduan Nikotin dapat sharing dengan yang lainnya